Instrumen obserfasi dan Instrumen wawancara


INSTRUMEN OBSERVASI DAN INSTRUMEN WAWANCARA
MA PESRI KENDARI
Dosen Pengampu        :  Syahrul S.Pd.I,
Disusun Untuk Memenuhi Salah Satu Tugas Mata Kuliah Metodologi Penelitian 1 (Kuantitatif)
Program Studi Manajemen Pendidikan Islam
Nama   : Helmi b
Nim     : 16010103005

INSTRUMEN OBSERVASI
NO
OBJEK OBSERVASI
SUBJEK OBSERVASI
PENJELASAN OBSERVASI
WAKTU
1.       
Metode pembelajaran guru dalam kelas
Tenaga pendidik
Metode pembelajaran merupakan suatu cara yang dilakukan oleh para pendidik agar proses belajar mengajar pada siswa tercapai sesuai dengan tujuan. Metode pembelajaran ini sangat penting dilakukan agar proses belajar mengajar nampak menyenangkan dan tidak membuat para siswa tersebut suntuk, dan juga para siswa tersebut dalam menangkap ilmu yang diberikan oleh para guru diterima dengan mudah. Di MA Pesri Kendari merupakan sekolah yang berbasis kepesantrenan yang mengampuh 2 kurikulum yaitu k13 dan kurikulum kepesantrenan. dimana dalam setiap kelas itu terbagi menjadi dua bagian yaitu kelas ciber (cerdas intelektual berbasis religious) dan kelas reguler. Kelas ciber ini merupakan kelas yang memiliki kemampuan dari segi prestasi dan kemapuan dari segi  materi. Disetiap kelas ciber difasilitasi dengan berbagai sarana yang cukup memadai seperti AC, karpet, pembelajaran dengan LCD, dan makan siang terjamin. Sedangkan kelas regular itu merupakan kelas biasa  yang pada umumnya di sekolah. Sekolah ini menerapkan sistem fullday. Metode pembelajaran yang diberikan pada kelas ciber ini memakai metode tim teaching dimana dalam satu ruangan itu ada 3 guru yang standbay dalam proses pembelajaran berlangsung yaitu guru yang bergelut dibidang sains, agama, dan wali kelas itu sendiri.tetapi meskipun demikian masih ada siswa yang ditemukan pulang sebelum waktunya. Sedangkan kelas yang berbasis regular itu memakai metode ceramah dan berdiskusi meskipun dalam kurikulum 2013 ditetapkan bahwasanya sekitar 60% pembelajaran itu di bebankan kepada siswa siswi disekolah. Tetapi masih ada beberapa guru yang ditemukan dalam proses belajar mengajar itu masih memakai metode ceramah sehingga berdampak  kepada siswa yang mengikuti pembelajaran cenderung mengatuk saat proses pembelajaran berlangsung.   Hal ini berkaitan dengan metode pembelajaran yang diberikan kepada siswa- siswi belum sedemikian  efektif.
Proses pendekatan dilakukan di MA Pesri Kendari dengan objek obserfasi metode pembelajaran yang melibatkan 3 narasumber yaitu siswa dari kelas regular, guru mata pelajaran dan wakamat kesiswaan.
Rabu 26 september 2018
Kamis 27 september 2018

INSTRUMENT WAWANCARA
No.
PERTANYAAN
JAWABAN
NARASUMBER
1.       
Dalam proses belajar mengajar metode apa yang sering  digunakan?





Metode pembelajaran yang kami gunakan dan yang paling menonjol yaitu ceramah, diskusi, games, dan pemberian tugas tetapi dalam pemberian tugas itu jarang karna disekolah ini memakai sistim fullday jadi, siswa-siswi itu pulang jam 5 sehingga tidak lagi di bebankan dengan tugas dirumah.
Bapak Safiudin S,Pd (selaku Wakamat Sarpras dan guru mata pelajaran).




2.       
Apakah berbeda metode pembelajaran yang diberikan kepada siswa kelas ciber dan regular? Dan Metode pembelajaran apa yang bapak terapkan?

Ya, kalau berdasarkan aturan yang telah ditetapkan bahwasanya di kelas ciber itu harus menggunakan timteaching artinya dalam satu ruangan ada 3 guru yang mengampuh sehingga setiap guru itu sebenarnya harus menguasai metode pembelajaran, baik menggunakan metode ceramah, diskusi, dan games sehingga siswa itu tidak mudah bosan dalam mengikuti pembelajaran. Tetapi disekolah ini rata-rata ketika masuk dalam kelas itu maka metode ceramah yang diberikan sebagi pengantar. Lain halnya dengan kelas regular dimana, metode pembelajaran yang diberikan itu dengan metode ceramah sebagai pengantar dan dilanjutkan dengan  diskusi.
Kalau saya pribadi menggunakan metode ceramah sebagai pengantar, lalu dengan berdiskusi dan kendatipun sering dengan menggunakan metode games. Dengan mengklaborasikan ketiga metode tersebut maka menghindari kebosanan kepada siswa dalam mengikuti proses belajarmengajar.

Bapak Safiudin S,Pd (selaku Wakamat Sarpras dan guru mata pelajaran).

3.       
Apakah suasana dalam proses belajar mengajar masih ada guru yang memakai metode pembelajaran dengan ceramah?


Iya masih ada tapi hanya beeberapa guru saja

Novianti nur rezki selaku siswi kelas 1 reguler.

4.       
Mata pelajaran apa saja?

Mata pelajaran bahasa Indonesia dan matematika

Novianti nur rezki selaku siswi kelas 1 reguler.

5.       
Apakah hal itu memiliki dampak tersendiri?

Iya, berdampak kepada saya karena jika guru terus yang memberikan penjelasan saya suka mengantuk sehingga pembelajaran yang diberikan kadang suka terlewatkan.

Novianti nur rezki selaku siswi kelas 1 reguler.

6.       
Apakah setiap matapelajaran yang bersangkutan terus memakai metode tersebut?

tidak, hanya kadang memakai metode tersebut

Novianti nur rezki selaku siswi kelas 1 reguler.

7.       
Bagaimana menurut pendapat anda sendiri terkait metode pembelajaran yang diterapkan? Apalagi disekolah ini memakai sistim fullday.

Menurut saya, ketika dalam proses belajar mengajar disamping penjelasan materi, diskusi maka harus ada games apalagi kalau sudah jam 1 kebawah disitu siswa rata-rata merasa ngantuk sehingga sangat mendukung sekali apabila metode pembelajaranya itu menggunakan games atau diskusi agar semua siswa itu turut aktif dalam mengikuti mata pelajaran.


Novianti nur rezki selaku siswi kelas 1 reguler.

8.       
Bagaiamana pemberian motifasi belajar kepada peserta didik?
Terkait dengan motifasi belajar pasti semua guru menanamkan hal sedemikian kepada siswa-siswi. Tergantung dari masing-masing guru. Kalau untuk saya pribadi bahwasanya siswa-siswi itu jangan cepat puas atas apa yang telah di raih. Terus benahi diri, dan perbanyak membaca. Serta terkait siswa-siswi yang berprestasi otomatis dengan memberikan piagam saat upaca berlangsung sehingga itu menjadi suatu kebanggaan tersendiri untuk mereka sedangkan untuk siswa yang lainya  juga bisa menjadikan itu  sebagai dorongan agar lebih giat lagi dalam belajar.

Bapak Rudi (wakamat kesiswaan)









Komentar